Kamis, 12 Juli 2018

Trump Kehilangan 300 Ribu 'Follower' Karena Twitter Bersih-bersih

Trump Kehilangan 300 Ribu 'Follower' Karena Twitter Bersih-bersih - Presiden AS Donald Trump kehilangan 300 ribu followernya di Twitter dari total 53,1 juta follower akunnya. Berkurangnya follower ini sehubungan dengan aksi bersih-bersih akun memunculkan kecurigaan yang dilaksanakan Twitter.


Sebelumnya, Twitter memberitahukan bahwa mereka bakal menghapus akun-akun yang telah mereka kunci. Dengan demikian, follower dari sejumlah pemakainya akan merasakan pengurangan sebab jumlah akun yang dihapus Twitter tak sedikit.

Akun-akun populer yang memiliki tidak sedikit pengikut diduga akan mendapat akibat terbesar atas aksi bersih-bersih ini. Pasalnya terdapat 70 juta akun yang bakal dihapus Twitter dari total 336 juta pemakai aktif bulanan. Namun, tidak diketahui berapa jumlah total akun yang terdapat di Twitter.

Bagi Trump, Twitter menjadi di antara alat yang efektif guna menyuarakan gagasan politiknya dan berinteraksi dengan semua pendukung. Trump dikenal paling aktif dalam mencuitkan pendapatnya.

Ia bahkan berulangkali memakai platform media sosial ini guna menyerang balik lawan-lawan politiknya, khususnya media, seperti ditulis CNet.

Bukan hanya Trump yang kehilangan pengikut, nama-nama besar lain seperti Barack Obama, Katy Perry dan Lady Gaga yang kehilangan jutaan follower di Twitter.

Bukan akun bot

Akun-akun yang dikunci oleh Twitter tersebut bukanlah akun bot. Sebab, akun ini pernah diciptakan dan minimal pernah dioperasikan oleh manusia. Bukan pun akun yang sengaja diciptakan jadi akun privat oleh pemakainya supaya tak dapat dilihat orang beda kecuali pengikutnya.

Twitter mengungkap dalil akun-akun itu dikunci saat akun mulai mulai dipakai untuk menyebarkan pesan sampah (spam). Terutama saat Twitter menyaksikan ada keanehan kegiatan akun, sebab akun tiba-tiba berkelakuan beda dari biasanya.

Misal, akun tiba-tiba melakukan tidak sedikit cuitan dengan me-mention akun beda tanpa terdapat korelasi dengan perbuatan sebelumnya atau tanpa diminta.

Twitter menyaksikan banyaknya akun beda yang menutup akun tersebut. Twitter pun akan mengunci akun yang tidak sedikit membuat cuitan yang memasukkan tautan mengandung penipuan.

Jika kegiatan semacam tersebut terdeteksi, Twitter bakal membekukan akun dan mengakibatkan akun tersebut mustahil lagi berinteraksi dengan akun beda di website jejaring sosial tersebut.

Sejauh ini, akun-akun itu menjadi masalah besar untuk Twitter. Hal tersebut karena mereka dapat melakukan retweet otomatis, menyenangi cuitan orang lain, dan menyebarkan span yang dapat menonjolkan cuitan-cuitan tertentu.

Kepala bagian keyakinan dan keamanan Twitter, Vijaya Gadde menuliskan akun yang dibekukan bakal hilang dari susunan pengikut pemakai minggu ini. Ia mengatakan, akun-akun dengan jumlah follower yang lebih tidak sedikit akan merasakan penurunan lebih banyak ketimbang akun biasa.

"Jumlah pengikut ialah fitur yang terlihat, dan kami hendak semua pemakai yakin bahwa angka itu akurat. Pembaruan ini konsentrasi pada jumlah pengikut sebab itu ialah salah satu fitur yang sangat terlihat dalam layanan kami, dan biasanya dikaitkan dengan kredibilitas akun," ujar Vijaya, dilansir dari The Next Web.

Aksi 'bersih-bersih' Twitter sebelumnya dilaksanakan dengan menangghkan lebih dari 70 juta akun yang diperkirakan menyebarkan informasi palsu sepanjang Mei sampai Juni 2018. Twitter mengambil tahapan untuk menghapus akun dengan tujuan mengenalkan pembaruan untuk mengawasi konten yang dapat menghalau peredaran informasi palsu.

Sekian artikel saya tentang Trump Kehilangan 300 Ribu 'Follower' Karena Twitter Bersih-bersih semoga artikel ini bisa bermanfaat.


EmoticonEmoticon