Jumat, 22 Juni 2018

Kemkominfo Membuka Layanan Aduan Terkait Konten Terorisme di Media Sosial

Kemkominfo Membuka Layanan Aduan Terkait Konten Terorisme di Media Sosial – Pasca serangan teroris yang terjadi di distrik Surabaya dan Sidorajo pada Minggu (12/Mei/2018) lalu, tidak sedikit Netizen tanah air yang turutmenyampaikan duka dan bela sungkawa melewati akun media sosial mereka.


Banyak warganet pemakai medsos yang mengutuk dan mengecam aksi teror yang menargetkan Gereja di distrik Surabaya tersebut. Meskipun aksi terorismeitu memakan korban jiwa yang tak sedikit, masih saja ada beberapa warganet yang menilai permasalahan tersebut adalahsebuah setingan atau rekasaya dan pengalihan isu.

Tak tidak banyak pula yang malah ikut senang dengan kejadian tersebut. Alih alih bersimpati, terdapat segelintir pemakai media sosial yangmalah memperkeruh keadaan dengan artikel status yang berbau provokasi.

Guna menangkal semakin maraknya konten negatif di media sosial yang beirisi radikalisme dan terorisme, pihak pemerintah melewati Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), langsung bergerak cepat untukmenanggulangi banyaknya konten-konten negatif sesudah terjadinya peristiwa terorisme pengeboman Gereja pada akhir pekan ini.

Pihak Kemkominfo sudah membuka jalur layanan aduan eksklusif yang dapat di manfaatkan oleh masyarakat yang hendak melaporkan akun-akun yang di nilai provokatif dan mengandung konten negatif berhubungan radikalisme dan terorisme.

Melalui suatu potingan di akun Twitter resmi kepunyaan mereka, Kemkominfo meminta semua warganet guna segera mengadukan konten-konten negatif pada situs, email, dan WhasApp yang disediakan secara eksklusif oleh pihak Kemkominfo.

Sebuah akun Twitter yang beralamat di @aduankonten yang baru dibikin pada senin (14/Mei/2018) dapat di pakai oleh penduduk net untuk mengadukan akun-akun media sosial yang beirisi konten negatif berhubungan terorisme dan radikalisme.

Di samping itu, jalur komunikasi lain laksana email di aduankonten@mail.kominfo.go.id , Nomor WhatsApp 08119224545 dan website resmi mereka di https://www.aduankonten.id juga dapat di pakai oleh masyarakat dan warge net untuk mengadukan akun-akun yang meresahkan.

Pemerintah, dalam urusan ini Kementerian Komunikasi dan Informatika berserta jajaran aparat berwenang dan Kepolisian meminta masyarakat pemakai media sosial guna berpatisipasi aktif dalam mengadukan akun-akun sosial media yang meresahkan mengandung konten terorisme dan radikalisme.

Tak melulu aduan berhubungan konten terorisme dan radikalisme, aduankonten juga dapat di manfaatkan untuk mengadukan akun-akun media sosial maupun konten negatif yang mengandung berita bohong atau hoax, pornografi, ujaran kebencian, kekerasan, serta hal-hal kriminal lainnyalaksana konten mengandung penipuan/phising, malware, dan pelanggaran Hak Kekayaan Intelektual (HAKI).

Kemkominfo bakal segera memproses seluruh laporan yang masuk setelahmelewati proses verifikasi. Bekerja sama dengan aparat kepolisian pemeritah bakal menindak tegas akun-akun berkonten negatif tersebut.

Pemerintah memastikan kerahasiaan pelapor untuk mengayomi identitas dan privasi palapor. Oleh sebab itu, partisipasi aktif dari masayarakatpaling di perlukan guna mengadukan akun- akun media sosial yang seringmenyalurkan konten negatif baik itu, konten terorisme dan radikalisme, ujaran kebencian maupun berita bohonng atau hoax yang meresahkan.

Sekian postingan saya tentang Kemkominfo Membuka Layanan Aduan Terkait Konten Terorisme di Media Sosial semoga postingan ini bisa bermanfaat.


EmoticonEmoticon